Kamis, 15 Oktober 2015

BAB 2 TINJAUAN UMUM PENGENBMBANGAN SISTEM INFORMASI

BAB 2

TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

11.Alasan Organisasi

Pengembangan  sistem  ( sytems developmen )  berarti  menyusun suatu  sistem  yang  baru  untuk menggantikan  sistem  yang  lama secara  keseluruhan  atau  memperbaiki  sistem yang  telah  ada.
Perlunya pengembangan sistem.
a.       Adanya permasalahan- permasalahan yang timbul pada sistem lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
1.      Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem tersebut tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang di harapkan.
2.      Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus di susunnya sistem yangbaru.
b.      Untuk meraih kesempatan- kesempatan (opportunities)
c.       Adanya intruksi – intruksi (directives).

22.  Prinsip Pengembangan Sistem

Melakukan  proses  pengembangan  sistem,  ada  beberapa  prinsip  yang  tidak  boleh  dilupakan.
a.       Sistem yang di kembangkan adalah untuk manajemen.
b.      Sistem yang di kembangkan adalah investasi modal yang besar
c.       Sistem yang di kembangkan memerlukan orang yang terdidik
d.      Tahapan kerja dan tugas – tugas yang harus di lakukan dalam proses pengembangan sistem.
e.       Jangan takutmembatalkan proyek
f.        Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem


33.Tahapan Pengembangan Sistem
Beberapa ahli membagi proses-proses pengembangan sistem ke dalam sejumlah urutan berbeda-beda. Tetapi semuanya akan mengacu pada proses-proses standar berikut :
a.       Analisis didefinisikan sebagai bagaimana memahami dan menspesifikasi dengan detail apa yangb harus dilakukan oleh sistem.
Analisis : mendefinisikan masalah
b.      Desain  diartikan sebagai menjelaskan dengan detail bagaimana bagian-bagian dari sistem informasi diimplementasikan.
Desain : memecahkan masalah.
c.       Implementasi didefinisikan menjalankan sistem yang telah jadi.
d.      Pemeliharaan didefinisikan dengan menjaga sistem yang sedang berjalan.
- Analisis Sistem
Analis sistem adalah orang yang menganalisis sistem untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan.Sebutan lain untuk analis sistem ini adalah analis informasi,analis bisnis,perancang sistem,konsultan sistem dan ahli teknik sistem.Pemrogram adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh analis sistem.


44.  Metodologi Pengembangan Sistem
Metodologi adalah kesatuan metode2, prosedure2,konsep2 pekerjaan,aturan2 yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan ,seni atau disiplin lainnya. Sedang Metode adalah suatu cara, teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu.Metodologi pengembangan sistem berarti adalah metode2,prosedure2,konsep2 pekerjaan ,aturan2 dan postulat2 yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi.

55.Pendekatan – Pendekatan Pengembangan Sistem
1.      Di pandang dari metodologi yang di gunakan :
a.       Pendekatan klasik ( clasical approach)
Di sebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle.
b.      Pendekatan Terstruktur (structured approach)
Di lengkapi dengan alat –alat  dan teknik-teknik dalam pengembangan sistem.

2.      Di pandang dari sasaran yang di capai :
a.       Pendekatan sepotong (menekankan pada kegiatan / aplikasi tertentu)
b.      Pendekatan sistem ( menekankan padasistem informasi)
3.      Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari sistem.
a.       Pendekatan bawah naik (bottom up approach)
b.      Pendekatan atas turun
4.      Di pandang dari cara mengembangkannya
a.       Pendekatan sistem menyeluruh
b.      Pendekatan moduler
5.      Di pandang dari teknologi yang di gunakan
a.       Pendekatan lompatan jauh (great loop approach)
b.      Pendekatan berkemban



66.  Alat Dan Teknik Pengembangan Sistem
1.      Alat – Alat Yang Bisa Di Gunakan Dalam Pengembangan Sistem
a.      Sistem Flowchart

Flowchart adalah adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.
Berikut ini adalah beberapa simbol yang digunakan dalam menggambar suatu flowchart

 






















Flowchart terbagi atas lima jenis, yaitu :
1.Flowchart Sistem (System Flowchart) 
2.Flowchart Flowchart Dokumen (Document Flowchart) 
3.Flowchart Skematik (Schematic Flowchart) 
4.Flowchart Program (Program Flowchart) 
5.Flowchart Proses (Process Flowchart)
  • Flowchart Sistem
    Flowchart Sistem merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam sistem secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Flowchart Sistem terdiri dari data yang mengalir melalui sistem dan proses yang mentransformasikan data itu. Data dan proses dalam flowchart sistem dapat digambarkan secara online (dihubungkan langsung dengan komputer) atau offline (tidak dihubungkan langsung dengan komputer, misalnya mesin tik, cash register atau kalkulator).

    Flowchart Dokumen
    Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem.

    Flowchart Skematik
    Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.

    Flowchart Program
    Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem.
    Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alir logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem.

    Flowchart Proses
    Flowchart Proses merupakan teknik penggambaran rekayasa industrial yang memecah dan menganalisis langkah-langkah selanjutnya dalam suatu prosedur atau sistem. Bagan alir proses menggunakan lima buah simbol tersendiri seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
           



     

     

    Jenis flowchart dan perbedaanya

    Flowchart adalah sekumpulan gambar – gambar tertentu untuk menyatakan alur dari suatu program yang akan diterjemahkan ke salah satu bahasa pemrograman. Kegunaan flowchart sama seperti halnya algoritma yaitu untuk menuliskan alur program tetapi dalam bentuk gambar atau symbol.
    Flowchart dibagi menjadi dua (2) bagian, yaitu :
    1. Flowchart yang menggambarkan alur suatu sistem
    2. Flowchart yang menggambarkan alur dari suatu program.

    Perbedaan DFD dan Flowchart

    berikut Perbedaan antara DFD dan Flowchart
    1. DFD menunjukkan alur data di suatu sistem sedangkan flowchart sistem menjelaskan alur kerja atau prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem
    2. DFD prosesnya dapat dilakukan serentak atau pararel sedangkan flowchart alur datanya harus urut
    3. DFD tidak ada looping sedangkan flowchart ada looping
    4. DFD tidak ada proses perhitungan sedangkan flowchart ada proses perhitungan




    b.      Sistem Prosedur Diagram (Flowmap)
    1. Pengertian Flowmap
    Flowmap adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program.

    2. Cara – cara membuat flowmap
    Seorang analis dan programmer akan membuat flowmap ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti :
    1. Flowmap digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
    2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
    3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.
    4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja, misalkan MENGHITUNG PAJAK PENJUALAN.
    5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.
    6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowmap yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem.
    7. Gunakan simbol-simbol flowmap yang standar.

    3. Jenis – jenis Flowmap
    1. Flowmap Sistem
    2. Flowmap Paperwork atau Flowmap Dokumen
    3. Flowmap Skematik
    4. Flowmap Program
    5. Flowmap Proses



    4. Symbol Flowmap


     




    c.         Data Flow Diagram
    1. Pengertian Data Flow Diagram
    DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yg mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.

    2. Komponen Proses
    Komponen proses menggambarkan transformasi input menjadi output.
    Penamaan proses disesuaikan dgn proses/kegiatan yang sedang dilakukan.

    3. Komponen Alur Data
    Ada 4 konsep tentang alur data :
    1. Packets of data
    2. Diverging data flow
    3. Converging data flow
    4. Sumber dan Tujuan


    4. Komponen DVD 
    1. Menurut Yourdan dan Demarco



     




    2. Menurut Gene dan Serson


     




    1.      Teknik Yang Di Gunakan
    a.      Teknik Analis Biaya

    Teknik Analisis Biaya Manfaat atau CBA (Cost Benefit Analysis)
    Cost Benefit Analysis atau analisis biaya manfaat adalah pendekatan untuk rekomendasi kebijakan yang memungkinkan analisis membandingkan dan menganjurkan suatu kebijakan dengan cara menghitung total biaya dalam bentuk uang dan total keuntungan dalam bentuk uang (Dunn, 2003).
    Analisis Biaya Manfaat (Benefit Cost)  sering digunakan untuk menganalisis kelayakan proyek-proyek pemerintah.  Pelaksanaan proyek pemerintah umumnya mempunyai tujuan yang berbeda dengan investasi swasta.  Pada proyek swasta, biasanya diukur berdasarkan kepada keuntungan yang didapatkan.  Pada proyek pemerintah, keuntungan seringkali tidak dapat diukur dengan jelas karena tidak berorientasi kepada keuntungan. Dengan kata lain, keuntungan didasarkan kepada manfaat umum yang diperoleh oleh masyarakat.  Sebagai contoh proyek pemerintah antara lain : proyek pembangunan jalan, pembangunan jembatan, pengendalian banjir, pengendalian polusi, dan lain-lain.  Sehubungan dengan hal tersebut, analisis NPV dan IRR yang umumnya digunakan untuk proyek investasi swasta tidak digunakan untuk menilai kelayakan investasi dari proyek pemerintah.
    Dalam proyek pemerintah :
    1.      Semua pengeluaran (cost) adalah semua biaya yang dikeluarkan Pemerintah.
    2.      Semua manfaat (benefit) adalah penghematan biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat dengan adanya proyek tersebut

    Tahapan CBA

    Menurut Lawrence dan Mears (2004), tahapan dasar dalam melakukan analisis biaya manfaat secara umum meliputi:
    a.                   Penetapan tujuan analisis dengan tepat
    b.                    Penetapan perspektif yang dipergunakan (identifikasi pemangku kepentingan yang terlibat)
    c.                   Mengidentifikasi biaya dan manfaat
    d.                   Menghitung, mengestimasi, menskalakan dan mengkuantifikasi biaya dan manfaat
    e.                    Memperhitungkan jangka waktu (discount factor
    f.                      Menguraikan keterbatasan dan asumsi

    Biaya (Cost)

    Menurut Kadariah (1999), biaya dalam proyek digolongkan menjadi empat macam, yaitu Biaya Persiapan, Biaya Investasi, Biaya Operasional, dan Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan.
    1)         Biaya Persiapan
    Biaya persiapan adalah biaya yang dikeluarkan sebelum proyek yang bersangkutan benar-benar dilaksanakan, misalnya biaya studi kelayakan pada lahan yang akan digunakan untuk proyek termasuk di dalamnya studi kelayakan pada daerah dan masyarakat sekitarnya dan biaya untuk mempersiapakan lahan yang akan digunakan.
    2)         Biaya Investasi atau Modal
    Biaya investasi biasanya didapat dari pinjaman suatu badan atau lembaga keuangan baik dari dalam negeri atau luar negeri. Yang termasuk biaya investasi adalah biaya tanah, biaya pembangunan termasuk instalasi, biaya perabotan, biaya peralatan (modal kerja).
    3)         Biaya Operasional
    Biaya operasional masih dapat dibagi lagi menjadi biaya gaji untuk karyawan, biaya listrik, air dan telekomunikasi, biaya habis pakai, biaya kebersihan, dan sebagainya.
    4)         Biaya Pembaharuan atau Penggantian
    Pada awal umur proyek biaya ini belum muncul tetapi setelah memasuki usia tertentu, biasanya pada bangunan mulai terjadi kerusakan- kerusakan yang memerlukan perbaikan. Tentu saja terjadinya kerusakan-kerusakan tersebut waktunya tidak menentu, sehingga jenis biaya ini sering dijadikan satu dengan biaya operasional. Selain itu, masih ada lagi biaya yang mencerminkan true values tetapi sulit dihitung dengan uang, seperti pencemaran udara, air, suara, rusaknya/tidak produktifnya lagi lahan, dan sebagainya.

    Manfaat (Benefit)

    Manfaat yang akan terjadi pada suatu proyek dapat dibagi menjadi tiga yaitu manfaat langsung, manfaat tidak langsung dan manfaat terkait (Kadariah, 1999).
    1.      Manfaat Langsung
    Manfaat langsung dapat berupa peningkatan output secara kualitatif dan kuantitatif akibat penggunaan alat-alat produksi yang lebih canggih, keterampilan yang lebih baik dan sebagainya.
    2.      Manfaat Tidak Langsung
    Manfaat tidak langsung adalah manfaat yang muncul di luar proyek, namun sebagai dampak adanya proyek. Manfaat ini dapat berupa meningkatnya pendapatan masyarakat disekitar lokasi proyek. (sulit diukur)
    3.      Manfaat Terkait
    Manfaat terkait yaitu keuntungan-keuntungan yang sulit dinyatakan dengan sejumlah uang, namun benar-benar dapat dirasakan, seperti keamanan dan kenyamanan. Dalam penelitian ini untuk penghitungan hanya didapat dari manfaat langsung dan sifatnya terbatas, karena tingkat kesulitan menilainya secara ekonomi.

    METODE CBA

    Pada dasarnya untuk menganalisis efisiensi suatu proyek langkah-langkah yang harus diambil adalah :
    - Menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan
    - Menghitung manfaat dan biaya dalam nilai uang
    - Menghitung masing-masing manfaat dan biaya dalam nilai uang sekarang.
    Metode-metode untuk menganalisis manfaat dan biaya suatu proyek yaitu Metode payback period (PP), Metode Present Value (NPV), , Internal Rate of Return (IRR) dan perbandingan manfaat biaya (BCR = benefit-cost ratio).

    Metode Payback Period (PP)

    Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Karena itu satuan hasilnya bukan persentase. Tetapi satuan waktu (bulan, tahun, dan sebagainya). Karena model ini mengukur seberapa cepat suatu investasi bisa kembali, maka dasar yang dipergunakan adalah aliran kas (cash flow).
    Payback period merupakan teknik analisis investasi yang relatif mudah dan sederhana. Se­hingga banyak digunakan. Namun demikian, Payback period mengandung kelemahan, yaitu:
    1.        Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh setelah payback period tercapai.
    2.      Metode payback period mengabaikan nilai waktu uang.
    Metode payback period tidak dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasi yang bersifat mutually exclusive

    1.      Metode NPV (Nilai Bersih Sekarang)

    Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang inventasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di massa yang akan datang.
    2.      Metode NPB (Nilai Bersih Sekarang)
    Proyek yang efisien adalah proyek yang manfaatnya lebih besar dari pada biaya yang diperlukan.
    3.      Metode IRR (Internal Rate of Return)
    Dengan metode ini tingkat diskonto dicari sehingga menghasilkan nilai sekarang suatu proyek sama dengan nol.
    4.      Metode Perbandingan Manfaat dan Biaya (BCR)
    Dengan kriteria ini maka proyek yang dilaksanakan adalah proyek yang mempunyai angka perbandingan lebih besar dari satu.





    b.      Analisa Penjadualan Proyek Sistem

    Definisi Proyek
  •  Sebuah proyek merupakan suatu usaha / aktfitas yang kompleks, tidak rutin, di batasi oleh waktu, anggaran, resources dan spesifikasi performasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

    Proyek selalu melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, senantiasa dibutuhkan pemberdayaan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran dan harapan penting tertentu.

    Pengertian Penjadwalan Proyek

    Penjadwalan proyek adalah kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan, bahan baku, tenaga kerja serta waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas.

    Berikut ini adalah sumber daya proyek yang yang berkaitan dengan penjadawalan proyek:

    1.      Manusi. sumber daya manusia ini biasanya diklasifikasikan berdasarkan keahliannya terkait dengan proyek. Contohnya, programmer, engineer mesin, tukang les, pengawas, derektur pemasaran dll.

    2.       Material. Material Proyek mengcakup spektrum luas : misalnya bahan-bahan kimia untuk proyek ilmiah, pondasi untuk proyek konstruksi. survei data untuk pemasaran, dll.

    3.        Peralatan, yang biasanya digunakan untuk menunjukan tipe, ukuran dan jumlahnya, dalam beberapa kasus, peralatan dapat ditukar tempatkan untuk perbaikan jadwal, tetapi tidak selalu. Peralatan sering dianggap sebagai pembatas. Kesalahan yang paling sering adalah asumsi adanya sumber daya berlebi dalam proyek.

    4.      Modal Kerja, dalam stuasi proyek tertentu seperti kontruksi, modal kerja di perlukan sebagai sumber daya karena jumlahnya yang terbatas. Jika modal kerja udah tersedia, menejer proyek dapat bekerja pada beberapa pekerjaan secara bersamaan.

    Berkaitan dengan factor ketersediaan sumber daya, hal lain yang perlu di perhatikan adalah fluktuasi penggunaan tenaga kerja dan peralatan, untuk menghindari kebutuhan yang naik dan turun secara tajam, adalah dengan mengadakan pemerataan sumber daya. Dalam penerapannya, metode penjadwalan recources dapat dikukan melalui (Tjolia, 1990) :

    a.         Metode Trial and Error : yaitu untuk proyek kecil

    b.        Komputerisasi : yaitu untuk proyek besar

    c.       Metode Trial And Error

    Tahapan-tahapan pengaturan sumber-sumber dalam metode trial and errol:

    1.      Memeriksa kebutuhan sumber;sumber pada pelaksanaan selurun proyek.

    2.       Mengambil data-data pada jaringan kerja ke dalam bentuk bar chart yang menunjukan saling ketergantungan dari tiap kegiatan serta float yang dimilikinya.

    3.      Berdasarkan diagram tersebut dapat digambarkan kebutuhan tiap jenis sumber-sumber dengan skala waktu dan jumlahnya.

    4.      Meninjau sejauh mana kemungkinan yang didapat untuk menunda kegiatan yang mempunyai float.

    5.       Melakukan pergeseran kegiatan non-kritis untuk meratakan dan menyesuaikan kebutuhan sumber-sumber tersebut.

    Manfaat Penjadwalan Proyek

    1.      Menunjukkan hubungan tiap kegiatan lainnya dan terhadap keseluruhan proyek.

    2.       Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan.

    3.      Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan.

    4.      Membantu penggunaan tenaga kerja, uang dan sumber daya lainnya dengan cara hal-hal kritis pada proyek

    Faktor-faktor Penjadwalan Proyek

    a.        kebutuhan dan fungsi proyek tersebut. Dengan selesainya proyek itu proyek diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

    b.      keterkaitannya dengan proyek berikutnya ataupun kelanjutan dari proyek selanjutnya.

    c.        alasan social politis lainnya, apabila proyek tersebut milik pemerintah.

    d.        kondisi alam dan lokasi proyek.

    e.       keterjangkauan lokasi proyek ditinjau dari fasilitas perhubungannya.

    f.         ketersediaan dan keterkaitan sumber daya material, peralatan, dan material pelengkap lainnya yang menunjang terwujudnya proyek tersebut.

    g.         kapasitas atau daya tampung area kerja proyek terhadap sumber daya yang dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung.

    h.        produktivitas sumber daya, peralatan proyek dan tenaga kerja proyek, selama operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan teknis.

    i.          cuaca, musim dan gejala alam lainnya.

    j.        referensi hari kerja efektif.

    Estimasi Waktu

    Goldratt berpendapat bahwa ada kecenderungan alami bagi indivdu untuk menambahkan waktu pengalaman terhadap estimasi waktunya. Pengestimasian waktu memberikan ketepatan peluang tercapainya penyelesaian proyek.


    Contoh Penjadwalan Proyek dengan metode Critical Path Methode (CPM)
            Berikut ini Tabel yang berisi data-data tentang estimasi waktu dan biaya di bawah kondisi normal dan dipercepat:










    Sedangkan gambar networknya sebagai berikut:








    Dengan demikian jalur kritisnya adalah: A - C - E

             Andaikan manajemen menghendaki bahwa proyek diselesaikan dalam waktu 12 minggu, maka kegiatan yang diprioritaskan untuk dipercepat adalah kegiatan-kegiatan yang berada pada jalur kritis, dan prioritas didasarkan pada yang memiliki biaya pencepatan per unit yang paling kecil, sehingga urutan prioritasnya adalah sebagai berikut: E, C dan kemudian A.

            Penyelesaian proyek dari 16 minggu menjadi 12 minggu, atau dipercepat 4 minggu.
    1. Kegiatan E dapat dipercepat 3 minggu dengan biaya pencepatan per minggu sebesar Rp.0,3 juta
    2. kegiatan C dapat dipercepat 1 minggu dengan biaya pencepatan per minggu sebesar Rp.1 juta.

    Total biaya bila proyek diselesaikan dalam waktu 12 minggu menjadi
    (3 x Rp.0,3 juta) + (1 x Rp.1 juta) + Rp.35 juta = Rp.36,9 juta

    Diagram networknya setelah dipercepat sebagai berikut:



    Dari diagram network setelah dipercepat terlihat bahwa jalur kritisnya telah berubah, yakni menjadi A - C - E dan B - D. Jadi ada dua jalur kritis.



    3.   Teknik Pengumpulan Data
    a.      Teknik Interview
    Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data.
    Wawancara adalah salah satu metode untuk dapat mendapatkan data anak atau orangtua dengan mengadakan hubungan secara langsung dengan informan/face to face relation(Bima Walgito, 1987).
    Wawancara adalah alat untuk memperoleh data atau fakta atau informasi dariseorang murid secara lisan (Dewa Ktut Sukardi, 1983).
    Wawancara informatif adalah suatu alat untuk memperoleh fakta/data informasi dari murid secara lisan. Dengan tujuan mendapatkan data yang diperlukan untuk bimbingan (W.S.Winkel, 1995)

    B. Kelebihan Dan Kekurangan Teknik Wawancara
    Kelebihan

    1.      Flexibility. Pewawancara dapat secara luwes mengajukan pertanyaan sesuai dengan situasi yang dihadapi pada saat itu. Jika dia menginginkan informasi yang mendalam maka dapat melakukan “probing”. Demikian pula jika ingin memperoleh informasi tambahan, maka dia dapat mengajukan pertanyaan tambahan, bahkan jika suatu pertanyaan dianggap kurang tepat ditanyakan pada saat itu, maka dia dapat menundanya.
    2.      Nonverbal Behavior. Pewawancara dapat mengobservasi perilaku nonverbal, misalnya rasa suka, tidak suka atau perilaku lainnya pada saat pertanyaan diajukan dan dijawab oleh responden.
    3.      Question Order. Pertanyaan dapat diajukan secara berurutan sehingga responden dapat memahami maksud penelitian secara baik, sehingga responden dapat menjawab pertanyaan dengan baik.
    4.      Respondent alone can answer. Jawaban tidak dibuat oleh orang lain tetapi benar oleh responden yang telah ditetapkan.
    5.      Greater complexity of questionnaire. Kuesioner umumnya berisi pertanyaan yang mudah dijawab oleh responden. Melalui wawancara, dapat ditanyakan hal-hal yang rumit dan mendetail.
    6.      Completeness. Pewawancara dapat memperoleh jawaban atas seluruh pertanyaan yang diajukan.

    Kelemahan :
    1.      Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan juga mungkin biaya.
    2.      Interview Bias. Walau dilakukan secara tatap muka, namun kesalahan bertanya dan kesalahan dalam menafsirkan jawaban, masih bisa terjadi. Sering atribut (jenis kelamin, etnik, status sosial, jabatan, usia, pakaian, penampilan fisik, dsb) responden dan juga pewawancara mempengaruhi jawaban.
    3.      Keberhasilan wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara dalam melakukan hubungan antar manusia (human relation)
    4.      Wawancara tidak selalu tepat pada kondisi-kondisi tempat tertentu, misalnya di lokasi-lokasi ribut dan ramai.
    5.      Sangat tergantung pada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin menghambat ketelitian hasil wawancara.
    6.      Jangkauan responden relatif kecil dan memakan waktu lebih lama dari pada angket dan biaya yang relatif yang lebih mahal.

    C. Hal-Hal Yang Tidak Boleh Dan Boleh Dilakukan Dalam Wawancara
    Hal-hal yang harus dilakukan seorang pewawancara adalah mendengar, mengamati, menyelidiki, menanggapi, dan mencatat. Kadang-kadang ia seperti seorang penginterogasi, kadang-kadang secara tajam ia menyerang dengan menunjukkan kesalahan-kesalahan orang yang diwawancarai, kadang-kadang ia mengklarifikasi, kadang-kadang pula ia seperti pasif atau menjadi pendengar yang baik. Suksesnya suatu wawancara tergantung pada kemampuan melakukan kombinasi berbagai keterampilan sesuai dengan tuntutan situasi dan orang yang diwawancarai.




    b.      Teknik Observasi
    a. Pengertian Observasi

    Observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.

    b. Kebaikan dan kejelekan observasi
    Kebaikan dari observasi adalah sebagai berikut :
    1.                  Data yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang tinggi. Kadang observasi dilakukan untuk mengecek validitas dari data yang telah diperoleh sebelumnya dari individu-individu.
    2.                  Dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan, pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk diterangkan.
    3.                  Dapat menggambarkan lingkungan fisik dari kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, gangguan suara dan lain-lain.
    4.                  Dapat mengukur tingkat suatu pekerjaan, dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaaan tertentu.

    Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut :
    a.                   Umumnya orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman,sehingga akan melakukan pekerjaannya dengan tidak semestinya.
    b.                  Pekerjaan yang sedang diamati mungkin tidak mewakili suatu tingkat kesulitan pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu dilakukan atau volume-volume kegiatan tertentu.
    c.                   Dapat mengganggu proses yang sedang diamati.
    d.                  Orang yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari biasanya dan sering menutup-nutupi kejelekan-kejelekannya.

    c. Hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan

    Hal-hal yang perlu dilakukan dalam teknik observasi
    1.      Rencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan, meliputi :
    Apa yang akan diobservasi , dimana letak lokasi observasi, kapan observasi akan dilakukan, siapa yang akan melaksanakan observasi tersebut, siapa yang akan diobservasi, bagaimana melaksanakan observasi tersebut.
    2.       Mintalah ijin terlebih dahulu dari manajer dan atau pegawai yang terlibat.
    3.      Bertindaklah dengan rendah hati (low profile)
    4.      Lengkapilah dengan catatan selama observasi
    5.      kaji ulang hasil observasi dengan individu-individu yang terlibat.

    Yang tidak boleh dilakukan dalam observasi
    a. Menggangu kerja individu yang diobservasi maupun individu lainnya.
    b. Terlalu menekankan pada pekerjaan-pekerjaan yang tidak penting.
    c. Jangan membuat asumsi-asumsi.



    c.       Daftar Pertanyaan (Quisioner)
    Pengertian Quisioner
    Daftar pertanyaan (kuisioner) adalah suatu daftar yang berisi prtanyaan-pertanyaan untuk tujuan khusus yang memungkinkan seorang analis system untuk mengumpulkan data dan pendapat dari para responden yang telah dipilih

                 Kebaikan dan kejelekan teknik daftar pertanyaan
    Keuntungan angket :
    1. Bila lokasi responden jaraknya cukup jauh, metode pengumpulan data yang paling mudah adalah dengan angket.
    2. Pertanyaan-pertanyan yang sudah disiapkan adalah merupakan waktu yang efisien untuk menjangkau responden dalam jumlah banyak.
    3. Dengan angket akan memberi kesempatan mudah pada responden untuk mendiskusikan dengan temannya apabila menemui pertanyaan yang sukar dijawab.
    4. Dengan angket responden dapat lebih leluasa menjawabnya dimana saja, kapan saja, tanpa terkesan terpaksa.

    Kelemahan angket :
    1.                  Apabila penelitian membutuhkan reaksi yang sifatnya spontan dengan metode ini adalah kurang tepat.
    2.                  Metode ini kurang fleksibel, kejadiannya hanya terpancang pada pertanyaan yang ada.
    3.                  Jawaban yang diberikan oleh responden akan terpengaruh oleh keadaan global dari pertanyaan. Sangat mungkin jawaban yang sudah diberikan di atas secara spontan dapat berubah setelah melihat pertanyaan dilain nomor.
    4.                   Sulit bagi peneliti untuk mengetahui maksud dari apakag sudah responden sudah terjawab atau belum.

    Teknik Pengumpulan sampel (sampling)
    a. Pengertian pengumpulan sampel
    Sampling adalah “…the process of choosing a representative portion of a population. If contrasts especially with the process of complete enumeration, in which every member of the defined population is included…” (Cristina P. Parel et.al. : 1973).
    Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel.

    Teknik-teknik pengumpulan sampel :
    1.      Sampel random atau sample acak, sampel campur
    Teknik sampling ini diberi nama demikian karena di dalam pengambilan sampelnya, peneliti “mencampur” subyek-subyek di dalam populasi sehingga semua subyek dianggap sama.

    2.        Sampel berstrata atau stratified sample
    Apabila peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan-tingkatan atau strata, maka pengambilan sample tidak boleh dilakukan secara random. Adanya strata, tidak boleh diabaikan, dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.


    3.        Sampel wilayah atau area probability sample
    Seperti halnya pada sampel berstrata dilakukan apabila ada perbedaan antara strata yang satu dengan strata lain

    4.        Sampel proporsi atau proportional sample, atau sample imbangan
    Teknik pengambilan sample proporsi atau sampel imbangan ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunakan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah.

    5.    Sampel bertujuan atau purposive sample
    Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subyek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya karena alasan keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh.


     
  •  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar